JAKARTA, 6 Februari 2026 — Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) resmi memulai langkah strategis menuju pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara dengan memperkenalkan program Road to INACRAFT Festival 2026. Langkah awal ini ditandai dengan pertemuan strategis bersama delegasi Asia Pacific Craft Alliance (APCA) untuk memperluas jejaring kolaborasi di kawasan Asia Pasifik, di Jakarta Convention Center, Jumat 5 Februari 2026.
Berbeda dengan penyelenggaraan pameran utama di Jakarta Convention Center 4-8 Februari 2026, Road to INACRAFT Festival ini dirancang oleh ASEPHI sebagai ruang temu eksklusif antara pelaku industri kreatif, perajin, desainer, dan pemangku kepentingan global. Pertemuan perdana yang berlangsung secara hybrid baru-baru ini menjadi wadah sosialisasi visi besar INACRAFT kepada para anggota APCA di berbagai negara.
Menuju Yogyakarta: Juli 2026 — Sebagai bentuk komitmen terhadap mobilitas hijau dan pertukaran budaya, ASEPHI akan memfasilitasi perjalanan delegasi APCA menggunakan kereta api dari Jakarta menuju Yogyakarta. Perjalanan ini bukan sekadar transportasi, melainkan simbol kolaborasi budaya yang erat.
Komitmen ASEPHI untuk Ekosistem Kriya
Ketua Umum ASEPHI, Dr. Muchsin Ridjan, M.M., menegaskan bahwa rangkaian ini merupakan fondasi penting bagi ekosistem kriya di bawah naungan ASEPHI. Beliau secara resmi mengundang para delegasi internasional untuk hadir pada puncak acara festival tahun ini.
"Kami mengundang secara khusus para anggota APCA untuk hadir dan berpartisipasi dalam Road to INACRAFT Festival yang akan diselenggarakan di Yogyakarta pada 15-19 Juli 2026. Ini adalah momentum penting untuk memperkuat sinergi antara inovasi kriya lokal dengan standar pasar global," ujar Pak Muchsin.
Inisiatif Strategis Road to INACRAFT Festival 2026
Inisiatif Strategis ASEPHI Road to INACRAFT Festival 2026 yang dimotori oleh ASEPHI ini mengusung misi untuk:
- Meningkatkan Eksposur Internasional: Memperkenalkan potensi kriya Indonesia kepada organisasi kriya internasional seperti APCA.
- Akses Pengetahuan: Melalui diskusi yang telah dilakukan secara hybrid, para pelaku UMKM mendapatkan wawasan langsung mengenai tren desain dan peluang ekspor.
- Penguatan Jejaring: Membangun jembatan komunikasi yang lebih solid antara perajin daerah dengan pembeli potensial mancanegara.
Dampak Ekonomi untuk Para Perajin Indonesia
Sebagai barometer industri kriya, ASEPHI melalui Road to INACRAFT Festival 2026 berharap dapat menciptakan dampak ekonomi nyata bagi para perajin sekaligus memastikan produk kriya Indonesia tetap menjadi etalase utama yang berdaya saing tinggi di kancah internasional.
ASEPHI berkomitmen untuk menjadikan Road to INACRAFT Festival 2026 sebagai platform yang tidak hanya merayakan warisan budaya, tetapi juga membuka peluang bisnis konkret dan memperkuat posisi Indonesia di pasar kriya global.
Perjalanan Menuju Festival Berskala Regional
Dengan dukungan dari APCA dan berbagai pemangku kepentingan internasional, Road to INACRAFT Festival 2026 di Yogyakarta diharapkan menjadi titik balik bagi industri kriya Indonesia. Festival ini akan menjadi wadah di mana tradisi bertemu inovasi, lokal berdialog dengan global, dan para perajin Indonesia mendapatkan panggung yang layak untuk menunjukkan karya terbaik mereka kepada dunia.
Dari Jakarta ke Yogyakarta, dari diskusi strategis hingga perjalanan kereta api yang penuh makna — Road to INACRAFT Festival 2026 adalah perjalanan kolaborasi, budaya, dan masa depan industri kriya Indonesia.

